liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
China Protes Keras Warganya yang Melancong ke Luar Negeri Diperlakukan Diskriminatif

China Protes Keras Warganya yang Melancong ke Luar Negeri Diperlakukan Diskriminatif

Laporan reporter Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Pemerintah China memprotes keras perlakuan diskriminatif yang dilakukan beberapa negara Barat dan sekutunya terhadap warganya yang bepergian ke luar negeri melalui pelaksanaan tes Covid-19 di bandara kedatangan.

China telah berjanji untuk mengambil tindakan pencegahan setelah Amerika Serikat (AS) dan negara lain memperketat peraturan virus corona (Covid-19) mereka untuk pelancong yang bepergian dari China.

Pembatasan baru mengikuti keputusan China untuk melonggarkan kebijakan kesehatannya sendiri di dalam negeri.

Ditanya tentang langkah-langkah pandemi selama konferensi pers pada hari Selasa, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyatakan bahwa banyak negara saat ini telah menanggapi “dengan mantap” peraturan Covid-19 China yang longgar.

Namun, ada juga negara lain yang bereaksi negatif dengan memberikan sanksi yang ‘tidak proporsional’ dan ‘tidak dapat diterima’.

“Kami siap meningkatkan komunikasi dengan seluruh masyarakat internasional dan bekerja sama untuk menangani Covid-19. Kami tidak percaya bahwa tindakan pembatasan masuk yang dilakukan oleh beberapa negara terhadap China didasarkan pada ilmu pengetahuan,” kata Mao Ning.

Dikutip dari Russia Today, Rabu (4/1/2023), dia juga menegaskan bahwa China dengan tegas menolak penggunaan regulasi Covid-19 untuk kepentingan politik.

“Kami akan mengambil tindakan yang tepat dalam menanggapi berbagai situasi berdasarkan prinsip timbal balik,” kata Mao Ning.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Belgia Akan Uji Air Limbah Pesawat dari China

Australia adalah salah satu negara yang baru-baru ini mengadopsi langkah-langkah baru terhadap turis dari China pada Minggu lalu.

Untuk masuk ke negara itu, wisatawan asal China membutuhkan hasil tes negatif Covid-19 dalam waktu 48 jam sebelum keberangkatan mulai 5 Januari 2023.

Baca juga: Australia dan Kanada Beralih Terapkan Pembatasan, Wajib Negatif Covid-19 bagi Wisatawan asal China

Sementara negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Italia, Prancis, dan Inggris telah memberlakukan peraturan serupa belakangan ini.

Sementara itu, Komisi Eropa mengatakan ‘sebagian besar dari 27 anggota Uni Eropa (UE) ingin mengikutinya.

Persyaratan pengujian dan karantina juga telah diperkenalkan di negara lain di Asia, termasuk Jepang, India, dan Malaysia.

Baca juga: Jepang Akan Perketat Pengawasan Perbatasan Bagi Wisatawan dari China

Perhatikan Asupan Makanan Saat Diare, Sebaiknya Jangan Konsumsi yang Berserat Tinggi Previous post Perhatikan Asupan Makanan Saat Diare, Sebaiknya Jangan Konsumsi yang Berserat Tinggi
20 Quotes Tahun Baru 2023, Cocok Jadi Caption di Media Sosial Next post Kumpulan Kata-kata Romantis Ucapan Selamat Tahun Baru 2023, Cocok Dikirim untuk Pacar