liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Perhatikan Asupan Makanan Saat Diare, Sebaiknya Jangan Konsumsi yang Berserat Tinggi

Perhatikan Asupan Makanan Saat Diare, Sebaiknya Jangan Konsumsi yang Berserat Tinggi

Laporan wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Diare adalah gangguan pencernaan yang menyebabkan mulas dan sering buang air besar.

Kondisi ini tentunya sangat tidak nyaman, dan jika dibiarkan dapat menyebabkan dehidrasi.

Saat diare, ternyata ada beberapa makanan yang tidak dianjurkan untuk dimakan saat diare.

Hal itu diungkapkan dokter umum dari RSPI Sulianti Saroso, dr Sucahyo Adi Nugroho.

Pertama, hindari makanan pedas atau pedas.

“Sebaiknya hindari makanan pedas atau berbumbu seperti pedas atau berbumbu, kurangi dulu,” ujarnya dalam siaran Radio Kemenkes, Rabu (4/1/2023).

Kedua, kurangi makanan berserat tinggi.

Baca juga: Muncul bercak darah saat diare, kemungkinan disebabkan oleh luka di usus besar

Makanan tinggi serat akan menyebabkan gerakan usus lebih aktif untuk pencernaan.

Sehingga diare sulit dihentikan. Untuk menambah energi, Anda bisa makan nasi.

Beras memang rendah serat, namun dapat memberikan rasa kenyang dan kalori dapat memberikan energi.

Ilustrasi diare (Freepik)

Ketiga, jangan jajan sembarangan yang tidak terjaga kebersihannya.

“Kita tidak bisa melarang orang berjualan di pinggir jalan. Yang perlu kita perhatikan adalah kebersihan makanan kita dan diri kita sendiri,” jelasnya lebih lanjut.

Terkadang tanpa disadari, saat mengambil makanan, lingkungan sekitar tidak bersih.

Atau makanan yang tidak tertutup dalam kondisi lembab dapat memicu berkembangnya mikroorganisme penyebab infeksi.

“Ini bisa membuat serangan penyakit menjadi lebih buruk,” katanya.

Akhirnya, dr. Suchahyo juga mengimbau untuk memenuhi kebutuhan cairan.

Tidak hanya menambahkan air biasa, tetapi juga larutan isotonik, solarit dan sejenisnya.

55 Nama Lain Al Quran dan Artinya: Kitab, Mubin, Karim, Kalam, Furqan, hingga Wa’id Previous post Bacaan Doa Akhir Tahun 2022 dan Awal Tahun 2023, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan
China Protes Keras Warganya yang Melancong ke Luar Negeri Diperlakukan Diskriminatif Next post China Protes Keras Warganya yang Melancong ke Luar Negeri Diperlakukan Diskriminatif