liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Hasil Studi Ungkap Penggunaan Layanan Kesehatan Sangat Rendah di Kalangan Lansia

Hasil Studi Ungkap Penggunaan Layanan Kesehatan Sangat Rendah di Kalangan Lansia

Laporan reporter Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Masih banyak lansia di Indonesia yang membutuhkan perawatan, namun malah tidak lagi menggunakan layanan kesehatan.

Seringkali lansia menemui dokter saat pertama kali mengalami nyeri. Ketika gejala berlanjut, lansia biasanya meninggalkan layanan kesehatan.

Keadaan ini merupakan hasil studi banding perawatan lanjut usia di Indonesia yang dilakukan sejak tahun 2019.

Baca juga: Tua, Berjalan Dengan Tongkat, Jaja Miharja Tolak Pensiun dari Dunia Hiburan

Kerjasama antara Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta dan University of Southampton (UK), bersama Loughborough University (UK) dan Oxford University (UK).

Studi etnografi komparatif ini dilakukan di lima lokasi di Indonesia (DKI Jakarta, Sumatera Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur).

“Ini mengkhawatirkan. Dengan kurangnya perhatian medis, berarti gejala nyeri tidak terkelola. Sehingga penurunan kesehatan dan fungsi lebih lanjut tidak dapat dicegah,” kata Elisabeth Schroeder-Butterfill dalam kesaksiannya, Sabtu (7/7). 1/2018). 2023).

Studi menemukan tiga alasan mengapa lansia yang membutuhkan perawatan berhenti menggunakan layanan kesehatan.

Pertama, keluarga khawatir tentang biaya pengobatan.

Tidak semua keluarga memiliki akses ke BPJS atau KIS.

Meski ditanggung oleh BPJS atau KIS, mereka masih khawatir dengan biaya tambahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Atau untuk membayar obat-obatan, atau bantuan medis.

Banyak keluarga yang menolak penggunaan BPJS.

Karena lama menunggu dalam kondisi ramai, staf kurang ramah dan tidak sempat menjawab pertanyaan, serta pelayanan kurang baik.

Baca juga: Menkes Ingatkan Lansia Makan Makanan Sehat untuk Perbanyak Kalsium untuk Cegah Osteoporosis

Puasa Ayyamul Bidh Tanggal 6-8 Januari 2023, Ini Bacaan Niat Puasanya Previous post Puasa Ayyamul Bidh Tanggal 6-8 Januari 2023, Ini Bacaan Niat Puasanya
Puasa Ayyamul Bidh Januari 2023: Jadwal, Bacaan Niat dan Keutamaan Melaksanakannya Next post Puasa Ayyamul Bidh Januari 2023: Jadwal, Bacaan Niat dan Keutamaan Melaksanakannya