liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Filosofi Bangunan Bamboo Dome yang Jadi Lokasi Santap Siang Pemimpin G20

Filosofi Bangunan Bamboo Dome yang Jadi Lokasi Santap Siang Pemimpin G20

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Para pemimpin G20 menikmati makan siang di gedung Bamboo Dome di Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022).

Namun tak banyak yang tahu, ternyata tempat indah ini memiliki filosofi tersendiri.

“Saat itu permintaannya cukup sederhana, Presiden Joko Widodo ingin makan siang dengan pemandangan laut,” kata Konsultan Visual Kreatif KTT G20, Elwin Mok, dalam rilis Tim Komunikasi dan Media G20, Selasa (15/10). /11/2018). 2022).

Elwin mengatakan inspirasi datang saat kunjungan singkat ke Pantai Melasti di Bali selatan.

Di sana Elwin dan timnya mendapat ide cemerlang.

Mereka melihat beberapa pekerja konstruksi menggunakan bambu dalam proyek bangunan setelah diskusi diputuskan bahwa bambu akan menjadi bahan utama lokasi makan siang.

Baca juga: Presidensi G20 di Bali Jadi Perbincangan Hangat, Guru Besar UI Ungkap Dampaknya Bagi Indonesia

Bambu memiliki filosofi yang sangat dalam, mudah dibuat lekukan karena fleksibel, elastis dan mudah beradaptasi. Selain itu, bangunan bambu juga dikenal paling kuat menahan guncangan gempa.

Tim segera membuat desain yang disesuaikan dengan kehidupan masyarakat Bali.

“Sejak kecil dia sudah membuat mainan dari bambu,” kata desainer Kubah Bambu Rubi Roesli.

Selain itu, untuk mematangkan ide tersebut, Rubi dan Elwin kemudian bertemu dengan guru Universitas Gajah Mada (UGM) sekaligus pakar berhitung bambu Ashar Saputra. Mereka berdiskusi hingga mendapatkan bentuk yang pas yaitu kubah atau kubah setengah lingkaran.

“Jadi ikuti simbol G20 yang berbentuk gunung,” kata Rubi. Selain itu, bambu ramah lingkungan. Sehingga setelah KTT Kubah Bambu G20 dibongkar bambu tersebut masih dapat digunakan kembali untuk keperluan lain.

Tidak hanya dari segi arsitektur, Bamboo Dome juga dapat mempromosikan Indonesia ke dunia internasional karena kualitas budaya Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan bahwa di tengah dunia sintetik, ada Indonesia yang masih asli,” harap Elwin.

Terletak di tepi pantai, Kubah Bambu dapat dilihat dari platform lobi hotel tempat berlangsungnya KTT G20.

Di ruang makan seluas kurang lebih 800 meter persegi ini, disediakan 43 kursi dengan tata letak meja bundar yang besar sehingga para pimpinan dan delegasi dapat menikmati makanan khas Indonesia bersama-sama.

Studi Terbaru : Bakteri Gunakan Manusia untuk Hindari Antibiotik Previous post Studi Terbaru : Bakteri Gunakan Manusia untuk Hindari Antibiotik
Bisnis Aqiqah Menjamur, Ada Brand Lokal Sukses Penetrasi Pasar Singapura   Next post Bisnis Aqiqah Menjamur, Ada Brand Lokal Sukses Penetrasi Pasar Singapura