liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Benarkah Vape Bisa Membuat Orang Berhenti Merokok? Cek Hasil Penelitian Terbaru

Benarkah Vape Bisa Membuat Orang Berhenti Merokok? Cek Hasil Penelitian Terbaru

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dari beberapa update riset, termasuk rilis Cochrane yang dipublikasikan pada 17 November 2022 kemarin, disebutkan bahwa vaping atau rokok elektrik terbukti efektif membuat orang berhenti merokok tembakau.

Cochrane adalah jaringan penelitian nirlaba internasional yang berbasis di Inggris yang berfokus pada masalah kesehatan.

Para peneliti mengatakan bahwa vaping berbasis nikotin pun 95 persen lebih aman daripada rokok tembakau dan dapat menghentikan orang dari kebiasaan merokok konvensional.

Vape bahkan dikatakan jauh lebih efektif daripada NRT atau Nicotine Replacement Therapy.

Ini merupakan terapi atau cara untuk menggantikan kebiasaan merokok nikotin, seperti dengan rutin mengunyah permen karet.

Baca juga: Pengusaha Pantau Penjualan Rokok ke Anak-anak, Akan Kerja Sama dengan Bea Cukai

Seperti yang dipublikasikan di situs web Cochrane.org, setidaknya dalam waktu 6 bulan setelah mengonsumsi rokok elektrik, orang dapat berhenti merokok.

dr. Jamie Hartmann-Boyce, seorang profesor di Universitas Oxford dan editor Cochrane Tobacco Addiction Group, mencatat bahwa sejauh ini telah terjadi kesalahpahaman publik tentang rokok elektrik.

Sejak dipopulerkan oleh media massa 10 tahun lalu, sepertinya masyarakat dibuat ‘tidak’ dalam semangat berhenti merokok melalui vaping.

Berkat penelitian demi penelitian, termasuk dukungan dari Michelle Mitchell, Kepala Eksekutif Cancer Research UK, mengatakan mereka lega melaporkan bahwa rokok elektrik efektif dalam membantu orang berhenti merokok (konvensional).

Dijelaskan juga oleh Dr. Nicola Lindson, Dosen Riset Universitas dari Universitas Oxford bahwa rokok elektrik tidak “membakar” tembakau.

Juga tidak ada efek negatif atau berbahaya bagi kesehatan sebagai bagian dari proses berhenti merokok.

Meski tetap tidak berarti bebas risiko, dan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak atau remaja.

Sistem vaping, yang mengubah nikotin dan bahan kimia lainnya untuk dihirup, menjadi bahan perdebatan di kalangan masyarakat dan pejabat kesehatan tentunya.

Di Amerika sendiri ada beberapa universitas yang belakangan ini turut serta menelitinya, di antaranya Penn State University Hershey, Pennsylvania dan Virginia Commonwealth University, Richmond, Vancouver.

Ada Edukasi Seputar Motorik Anak, Grand Final Osella Kids Model Dihelat di Supermall Karawaci Previous post Ada Edukasi Seputar Motorik Anak, Grand Final Osella Kids Model Dihelat di Supermall Karawaci
A Soulful Celebration, in A Class of Its Own at Sutasoma Hotel & The Tribrata Darmawangsa Jakarta Next post A Soulful Celebration, in A Class of Its Own at Sutasoma Hotel & The Tribrata Darmawangsa Jakarta